Monev CKG Integrasi ACF dan Speling Perkuat Deteksi Dini Kesehatan Masyarakat
DEMAK – Dinkesda Demak melalui Bidang Kesehatan Masyarakat, Sub Bidang Talkesmas dan Keswa, melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Komunitas Integrasi ACF dan CKG Integrasi Speling di Lapas Demak dan Balai Desa Mutih Kulon, Kecamatan Wedung, Rabu (23/9/2026). Kegiatan ini melibatkan Tim Talkesmas Keswa, Tim P2PTM, Tim Takelfasmut, serta Puskesmas Demak I, Puskesmas Wonosalam I dan Puskesmas Wedung II.
Monev dilaksanakan untuk memastikan pelaksanaan CKG berjalan sesuai tujuan, sekaligus memantau pemeriksaan skrining dan deteksi dini berbagai faktor risiko penyakit di masyarakat. Selain itu, kegiatan menjadi sarana evaluasi terhadap kendala teknis di lapangan agar dapat dilakukan tindakan korektif serta penguatan pelaksanaan pelayanan.
Di Lapas Demak, sebanyak 149 orang menjadi sasaran dan seluruhnya telah mendapatkan CKG. Hasil skrining menunjukkan 10 orang dengan hasil pemeriksaan mengarah pada hipertensi, 1 orang mengarah pada diabetes melitus, 1 orang dengan hasil pemeriksaan mengarah pada diabetes melitus dan hipertensi, sementara 135 orang tercatat dalam hasil skrining normal. Sebanyak 6 orang memerlukan pemeriksaan laboratorium lanjutan. Pemeriksaan juga mencakup 94 orang yang menjalani rontgen dan 7 orang menjalani pemeriksaan TCM. Dari rangkaian pemeriksaan tersebut, tercatat 3 orang dengan hasil positif TBC.
Sementara itu, di Desa Mutih Kulon tercatat sasaran awal sebanyak 100 orang, dengan 133 orang telah mendapatkan CKG. Hasil skrining menunjukkan 34 orang dengan hasil pemeriksaan mengarah pada hipertensi, 19 orang mengarah pada diabetes melitus, 7 orang mengarah pada diabetes melitus dan hipertensi, 5 orang menjalani pemeriksaan TCM, serta 6 orang memerlukan pemeriksaan laboratorium lanjutan.
“Monitoring dilakukan untuk memastikan pelaksanaan CKG berjalan dengan baik sekaligus melihat berbagai hasil skrining yang memerlukan tindak lanjut. Data yang diperoleh menjadi bahan untuk menentukan langkah berikutnya, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan”, ujar Tim Talkesmas Keswa Dinkesda Demak.
Monev juga diarahkan untuk mengidentifikasi faktor risiko kesehatan yang ditemukan melalui pemeriksaan sehingga dapat menjadi dasar dalam meningkatkan upaya pencegahan dan menjaga kesehatan masyarakat. Deteksi dini diharapkan dapat membantu menemukan kondisi kesehatan lebih awal sehingga upaya pencegahan, pengendalian, maupun rujukan dapat dilakukan sesuai indikasi.
“Melalui integrasi CKG dengan ACF dan Speling, pemeriksaan kesehatan dapat sekaligus menjadi pintu masuk untuk menemukan faktor risiko dan kondisi yang membutuhkan perhatian lebih lanjut. Karena itu, hasil skrining perlu ditindaklanjuti sesuai kebutuhan agar manfaat pemeriksaan dapat dirasakan secara optimal”, ungkap Tim Pelaksana.
Dinkesda Demak terus mendorong pelaksanaan CKG sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif melalui skrining kesehatan, identifikasi faktor risiko, deteksi dini penyakit, serta tindak lanjut sesuai indikasi. (Kesmas_PromkesPM)
