Rakor MBG 3B, Pemkab Demak Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting

DEMAK – Pemerintah Kabupaten Demak menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) khusus sasaran 3B (Balita, Ibu Hamil, dan Ibu Menyusui) pada Rabu (04/02/2026) pukul 13.00 WIB di Bina Praja. Rakor dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, Akhmad Sugiharto, ST., MT.,

Kepala Dinkesda Kabupaten Demak, dr. Ali Maimun, M.Kes., dalam laporannya menyampaikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program nasional yang diinisiasi Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mendukung percepatan penurunan stunting, pencegahan gizi buruk, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Ia menjelaskan, salah satu sasaran prioritas MBG adalah kelompok 3B, yakni balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Di Kabupaten Demak, jumlah penerima manfaat program 3B pada tahun 2026 diperkirakan mencapai 91.803 orang per bulan, terdiri dari 82.905 balita, 4.449 ibu hamil, dan 4.449 ibu menyusui. Data tersebut bersifat dinamis dan dapat berubah setiap bulan.

“Tujuan pelaksanaan rakor ini adalah untuk mensinergikan pemberian PMT reguler dan perlakuan dengan Program 3B MBG, serta menyamakan persepsi dalam penyusunan menu yang sesuai dengan usia dan kebutuhan gizi sasaran”, jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, Akhmad Sugiharto, ST., MT., dalam arahannya menegaskan bahwa Rakor Program 3B MBG memiliki makna strategis dalam percepatan pembangunan sumber daya manusia, khususnya bagi kelompok rentan, sebagai bagian dari upaya menyongsong Generasi Emas Indonesia 2045.

Ia menyampaikan bahwa saat ini jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Demak telah terbentuk sebanyak 185 unit, dengan 125 unit di antaranya telah beroperasi. Total penerima manfaat MBG di Kabupaten Demak mencapai 318.719 orang, yang terdiri dari siswa, guru, santri, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Adapun capaian layanan untuk sasaran 3B saat ini sebanyak 27.262 orang, meliputi 15.811 balita, 4.543 ibu hamil, dan 6.908 ibu menyusui. “Dari total sasaran 3B tahun 2026 sebanyak 91.803 jiwa, masih terdapat selisih yang perlu kita optimalkan melalui penguatan sinergi lintas sektor”, tegasnya.

Sekda juga menekankan kepada seluruh mitra SPPG agar memastikan suplai bahan makanan untuk sasaran 3B benar-benar memperhatikan kualitas, kesegaran, dan kesesuaian kandungan gizi, mengingat kelompok yang dilayani merupakan kelompok paling rentan dan sangat menentukan masa depan daerah.

Menutup arahannya, Sekda mengajak seluruh perangkat daerah, Satgas, kader, camat, kepala desa, puskesmas, hingga mitra SPPG untuk menyatukan langkah dan memperkuat komitmen bersama.

“Keberhasilan Program 3B MBG bukanlah keberhasilan satu pihak, melainkan keberhasilan kita semua sebagai pelayan masyarakat”, pungkasnya. (Prokompim)