Dinkesda Demak Perkuat Program HIV PIMS Melalui Supervisi dan Mentoring Faskes
DEMAK – Dinkesda Demak terus memperkuat pelaksanaan program HIV PIMS melalui kegiatan Kunjungan Supervisi dan Mentoring Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Faskes) Dampingan YKS yang dilaksanakan pada Kamis, 1 Oktober 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai di Ruang Pertemuan Lantai 2 RSUD Sunan Kalijaga.
Kegiatan tersebut diikuti oleh Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak, Kepala Bidang P2P dan Ketua Tim P2PM dan PL, Direktur RSUD Sunan Kalijaga beserta jajaran, Tim HIV Dinkesda dan pendamping, serta Tim HIV dan program terkait dari rumah sakit.
Supervisi dan mentoring dilakukan sebagai bagian dari upaya monitoring serta evaluasi pencapaian indikator program HIV PIMS pada fasilitas pelayanan kesehatan dampingan YKS. Kegiatan menjadi ruang bersama untuk melihat perkembangan pelaksanaan program, mengidentifikasi indikator yang masih memerlukan penguatan, serta menyusun langkah tindak lanjut yang dapat dilakukan oleh fasilitas pelayanan kesehatan.
Beberapa indikator yang dievaluasi meliputi ODHIV baru yang memulai terapi antiretroviral (ART), ODHIV yang memenuhi kriteria pemeriksaan viral load (VL) dan telah menjalani pemeriksaan, hasil viral load tersupresi, pengobatan sifilis, skrining tuberkulosis (TB), pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi ODHIV yang memenuhi kriteria, pengobatan ibu hamil dengan HIV, pengobatan sifilis pada ibu hamil, serta penelusuran ODHIV yang hilang dari perawatan.
Berdasarkan hasil evaluasi sampai dengan Agustus 2026, terdapat empat indikator yang masih perlu mendapatkan perhatian dan penguatan, yaitu inisiasi ARV, pemeriksaan viral load pada ODHIV yang eligible, pencapaian hasil VL tersupresi, serta pemberian TPT pada ODHIV yang memenuhi kriteria.
“Supervisi dan mentoring ini penting untuk melihat secara bersama-sama capaian program sekaligus mengetahui hambatan yang terjadi di lapangan. Empat indikator yang belum tercapai menjadi bahan untuk memperkuat koordinasi dan menyusun tindak lanjut agar layanan HIV dapat berjalan secara berkesinambungan”, ujar Kepala Bidang P2P Dinkesda Demak Heri Winarno, SKM, M.Kes .
Pembahasan juga diarahkan pada penguatan kolaborasi antara tim rumah sakit, Dinkesda, program terkait, serta pendamping dan jejaring layanan. Pendekatan tersebut diperlukan untuk memastikan ODHIV mendapatkan akses layanan secara berkelanjutan, mulai dari diagnosis, pengobatan, pemantauan kondisi kesehatan, hingga pencegahan penyakit penyerta.
“Kami mendorong agar setiap ODHIV yang sudah teridentifikasi dapat tetap terhubung dengan layanan. Penguatan penelusuran, kepatuhan terhadap jadwal pemeriksaan, pemeriksaan viral load, serta pemberian TPT bagi yang memenuhi kriteria menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan perawatan”, ungkap Programer HIV Dinkesda Demak Nurbarokah, SKM .
Hasil supervisi dan mentoring selanjutnya menjadi bahan evaluasi bersama bagi fasilitas pelayanan kesehatan untuk memperkuat pelaksanaan program HIV PIMS. Koordinasi lintas tim dan pemantauan indikator secara berkala diharapkan dapat membantu mengidentifikasi kendala lebih awal sehingga tindak lanjut dapat dilakukan secara tepat.
Melalui kegiatan ini, Dinkesda Demak bersama fasilitas pelayanan kesehatan dan jejaring terkait terus mendorong penguatan layanan HIV PIMS yang berkesinambungan, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan pasien. (Kesmas_PromkesPM)
