Ceting Nenek Hebat di Wonowoso Perkuat Peran Nenek Dukung Gizi dan Tumbuh Kembang Balita
DEMAK - terus memperkuat pemberdayaan keluarga dalam mendukung pemenuhan gizi dan tumbuh kembang anak melalui kegiatan Ceting Nenek Hebat (Kelas Mbah Yi) Tahun 2026 di Desa Wonowoso, Kecamatan Karangtengah, Selasa (29/9/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai tersebut diikuti oleh Tim Kesga Gizi Dinkesda, Forum Perempuan Berdaya (FPB), Tim Puskesmas Karangtengah, kader kesehatan Desa Wonowoso, serta 30 nenek yang memiliki cucu balita.
Kegiatan Ceting Nenek Hebat merupakan bagian dari upaya mendukung terwujudnya generasi emas 2045 melalui peningkatan kesadaran keluarga mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Peran keluarga, termasuk nenek, menjadi salah satu unsur penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung praktik pengasuhan dan pemenuhan kebutuhan gizi anak.
Pendampingan kepada 30 nenek balita dilakukan melalui rangkaian kegiatan yang interaktif, mulai dari pretest, penyampaian materi, praktik, diskusi, posttest hingga penutup. Metode tersebut digunakan untuk membantu peserta memahami materi sekaligus meningkatkan kemampuan dalam menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
“Kelas Mbah Yi menjadi ruang belajar bersama bagi para nenek agar semakin memahami bagaimana mendukung pemenuhan gizi dan pengasuhan cucu. Peran nenek sangat dekat dengan keluarga sehingga pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam keseharian”, ujar Tim Kesga Gizi Dinkesda Demak.
Dalam pelaksanaannya, Kelas Ceting Nenek Hebat terbagi menjadi dua materi utama, yaitu Kelas Nenek ASI dan MPASI serta Kelas Nenek Aktif dan Cerdas. Materi dan praktik disampaikan untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai dukungan terhadap pemberian ASI dan makanan pendamping yang sesuai, sekaligus mendorong peran aktif nenek dalam mendampingi pertumbuhan dan perkembangan cucu.
Keterlibatan Forum Perempuan Berdaya, Puskesmas, serta kader kesehatan juga memperkuat pendekatan pemberdayaan masyarakat dalam kegiatan tersebut. Kolaborasi ini diharapkan dapat membantu memperluas edukasi dan pendampingan keluarga sehingga pesan mengenai gizi dan kesehatan anak dapat terus diterapkan setelah kegiatan selesai.
“Pendekatan melalui nenek sangat strategis karena mereka merupakan bagian dari keluarga yang sering terlibat dalam pengasuhan balita. Dengan pengetahuan yang tepat, nenek dapat menjadi pendukung keluarga dalam membangun kebiasaan makan sehat, pola pengasuhan yang baik, serta perhatian terhadap tumbuh kembang anak”, ungkap Tim Pelaksana Seksi Kesga Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Demak.
Kegiatan Ceting Nenek Hebat di Desa Wonowoso diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta sekaligus memperkuat keterlibatan keluarga dalam mendukung kesehatan anak. Upaya tersebut menjadi bagian dari kontribusi bersama dalam mendukung penurunan angka kematian ibu, angka kematian bayi, serta stunting dan mewujudkan generasi yang sehat menuju Indonesia Emas 2045. (Kesmas_PromkesPM)
