Pemkab Demak Rencanakan Anggaran Lanjutan Penanganan Jalan di Kawasan Rawan Rob
DEMAK – Pemerintah Kabupaten Demak melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinputaru) merencanakan anggaran tambahan sekitar Rp7 miliar untuk melanjutkan penanganan jalan di kawasan rawan rob.
Ketua Tim Peningkatan Jalan dan Jembatan, Indra Susanto, mengatakan penanganan infrastruktur Bina Marga saat ini diarahkan pada dua fokus utama. Yakni penataan kawasan perkotaan dan peningkatan infrastruktur di wilayah terdampak rob.
Anggaran Rp 7 miliar tersebut masih dalam proses perencanaan untuk menuju ke pengadaan, menunggu dokumen perubahan. Dan saat ini masih dalam tahapan tanda tangan DPA perubahan di gubernur.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian berada di Kecamatan Bonang, khususnya Desa Purworejo. Pada anggaran reguler sebelumnya, Dinputaru telah mengalokasikan sekitar Rp3 miliar untuk pengerjaan jalan di wilayah tersebut. Pekerjaan itu telah selesai dan mencapai titik jembatan sebelum masjid.
“Yang Rp3 miliar kemarin sampai ke jembatan sebelum masjid. Kalau dari depan kecamatan ke arah Demak, ada jembatan, berhenti menyambung sampai ke situ”, kata Indra, Senin (28/09/26).
Pekerjaan belum berhenti di titik tersebut. Melalui perubahan anggaran ini, pemerintah kembali untuk melanjutkan perkerasan jalan.
“Pelaksanaannya belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Anggaran tersebut masih berada dalam tahap perencanaan menuju proses pengadaan”, ujarnya.
Menurut Indra, penanganan jalan di kawasan terdampak rob memiliki tantangan tersendiri. Persoalan yang dihadapi tidak hanya berkaitan dengan kondisi badan jalan, tetapi juga genangan air yang dapat mengganggu akses masyarakat.
Ia menambahkan, terdapat sejumlah ruas jalan yang secara konstruksi masih dalam kondisi cukup baik. Namun, ketika terjadi genangan, akses masyarakat tetap terganggu. Karena itu, penanganan jalan di kawasan rob perlu dilakukan secara terpadu.
Dinputaru, lanjut Indra, tidak ingin pembangunan jalan hanya menyelesaikan persoalan pada permukaan jalan, sementara sumber masalah berupa genangan masih terjadi. Penanganan persoalan air menjadi bagian penting agar infrastruktur yang dibangun dapat berfungsi secara optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (red-kmf/ist)
