Kolaborasi Layanan Perpusling dengan Posyandu “Posyandu Literasi”

DEMAK - Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan dengan melibatkan ibu-ibu yang berhimpun dalam Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Persepsi awam dari masyarakat Posyandu itu identik dengan aktivitas “Timbangan”. Persepsi ini tidak sepenuhnya salah karena berat badan anak balita merupakan salah satu indikator kesehatan anak. Tidak boleh kelebihan berat badan sekaligus tidak boleh kekurangan berat badan. Namun persepsi ini juga tidak sepenuhnya benar karena fungsi utama Posyandu adalah melayani kesehatan ibu dan anak di tingkat akar rumput tidak terbatas sekedar mengurusi berat badan anak balita.

Saat ini kegiatan Posyandu berkembang tidak hanya mengurusi kesehatan ibu dan anak melainkan juga mengurusi kesehatan remaja dan kesehatan mereka yang berusia lanjut. Muncul istilah Posyandu Remaja dan Posyandu Lansia. Pelayanan kesehatan di Posyandu Remaja meliputi tindakan promotif dan preventif. Seperti gaya hidup sehat, kesehatan reproduksi remaja, kesehatan jiwa, pencegahan penyalahgunaan Napza dan pencegahan kekerasan pada remaja. Posyandu Lansia melayani pemeriksaan kesehatan untuk para lanjut usia seperti tekanan darah, pemeriksaan kolesterol, gula darah dan asam. Posyandu Lansia juga menggelar olahraga ringan seperti senam lansia dan berbagai penyuluhan gaya hidup sehat untuk lansia.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Demak menangkap itu sebagai tempat untuk meningkatkan budaya literasi di masyarakat. Dengan adanya Posyandu Literasi  ini disamping memberikan penyuluhan tentang hidup sehat bagi ibu dan balita juga membuka layanan literasi berupa mobil perpustakaan keliling. Hari ini, Kamis 12 Oktober 2023 Posyandu Literasi dilaksanakan di Desa Gemulak Kecamatan Sayung.

Lilik Latifah selaku Kepala Desa Gemulak  menyambut baik dengan adanya kolaborasi layanan perpustakaan keliling berada di Posyandu (Posyandu Literasi). “ Kegiatan Posyandu Literasi tidak hanya memberikan informasi kesehatan saja tetapi juga mengajak ibu dan anak untuk cinta membaca sejak dini. Mendekatkan buku agar dibaca oleh ibu dan anak adalah langkah cerdas dan pintar untuk membangun budaya literasi di desa yang berpenduduk kurang lebih 2.000 jiwa ini”. Terangnya. (dinperpusar)