Ketua PGSI Jawa Tengah Apresiasi Fasilitas Gulat Porprov 2026 di Demak
DEMAK - Di sela sela pembukaan cabang olahraga gulat Porprov XVII 2026, Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Jawa Tengah Sujarwo menyampaikan apresiasi kepada Bupati Demak, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dinpora), serta Pengkab PGSI Demak atas dukungan dan upaya dalam mempersiapkan tempat penyelenggaraan cabang olahraga gulat pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026.
Ia menilai, fasilitas yang disiapkan di Kabupaten Demak tergolong istimewa, bahkan memiliki kemiripan dengan fasilitas pertandingan pada Pekan Olahraga Nasional (PON). Meski masih terdapat beberapa kendala teknis, secara umum penyelenggaraan dan fasilitas yang tersedia dinilai sangat baik.
Hal tersebut diungkapkan saat upacara pembukaan cabang olahraga (cabor) gulat Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII Tahun 2026 di Wisma Halim, Desa Karangrejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, Rabu (28/10/2026).
Sujarwo juga berharap, sebagai tuan rumah, Kabupaten Demak mampu meraih prestasi setinggi-tingginya dalam ajang Porprov tahun ini. Terlebih, para atlet gulat Demak telah menjalani persiapan intensif, termasuk pemusatan latihan atau training center (TC) di Jawa Timur.
"Status sebagai tuan rumah memberikan keuntungan tersendiri bagi Kabupaten Demak karena atlet dapat lolos secara otomatis pada seluruh kelas yang dipertandingkan. Kondisi tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi Demak untuk meraih prestasi yang lebih baik", kata Sujarwo.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Porprov bukanlah tujuan akhir bagi para atlet, melainkan tahap awal untuk menapaki jenjang kompetisi yang lebih tinggi, yakni Pra-PON dan PON. PGSI Jawa Tengah memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan prestasi medali PON yang diraih di Medan pada 2024. Bahkan, target dari KONI Jawa Tengah disebut meningkat menjadi dua hingga tiga medali, sehingga membutuhkan kerja keras dan persiapan yang lebih matang.
"Karena itu, penampilan para atlet dalam Porprov Jawa Tengah 2026 menjadi bagian penting dari proses pembentukan tim yang akan dipersiapkan menghadapi Pra-PON tahun depan. Para atlet yang berprestasi nantinya akan menjadi bagian dari proses seleksi untuk memperkuat tim gulat Jawa Tengah", jelasnya.
Sujarwo berpesan agar seluruh atlet bertanding dengan mengeluarkan kemampuan terbaik, tetap menjunjung tinggi sportivitas, serta menjaga persaudaraan, baik di dalam maupun di luar matras.
Ia mengingatkan bahwa nilai utama dalam olahraga gulat adalah menjunjung tinggi jiwa kesatria.
"Menang atau kalah, seluruh atlet diharapkan tetap menghormati lawan dan menerima hasil pertandingan dengan sportif", tutupnya.
Di informasikan bahwa pertandingan gulat akan berlangsung dari tanggal 28-30 Sepetember dan di ikuti 147 Atlet pegulat dari 20 kabupaten Kota se Jawa Tengah. (Red-kmf/apj).
