Dinkesda Demak Matangkan Rencana Kebutuhan SDM Kesehatan 2026
DEMAK – Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Demak menggelar Pertemuan Persiapan Penyusunan Perencanaan Kebutuhan SDM Kesehatan Tahun 2026 pada Rabu (25/6) bertempat di Aula Labkesda lantai 3. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan strategis bidang kesehatan se-Kabupaten Demak, termasuk kepala RSUD, kepala Puskesmas, serta Tim Perencanaan dari BKPSDM.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kab. Demak, dr. Ali Maimun M.Kes, menekankan pentingnya penyusunan perencanaan SDM kesehatan yang presisi dan berorientasi pada kebutuhan lapangan.
“Perencanaan SDM bukan sekadar hitung-hitungan angka, tapi menyangkut kualitas layanan kesehatan masyarakat. Tahun 2026 akan jadi momentum evaluasi distribusi tenaga kesehatan, dan itu harus kita persiapkan dari sekarang, berdasarkan regulasi terbaru dan kebutuhan riil daerah”, ujar dr. Ali Maimun
Kegiatan ini juga diisi dengan pemaparan materi dari narasumber ahli serta sesi diskusi aktif antarunit layanan. Fokus pembahasan meliputi penetapan jumlah, jenis, distribusi, dan kualifikasi SDM kesehatan yang ideal bagi Kabupaten Demak, seiring dengan dinamika pembangunan daerah dan reformasi sistem kesehatan nasional.
Salah satu peserta, Ketua Tim Kerja SDMK Dinkesda Kab. Demak, Chatarina Sugiarti, S.KM, M.Kes.Epid, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tahapan penting dalam proses integrasi data dan perencanaan jangka panjang.
“Kita tidak bisa merencanakan SDM hanya dengan asumsi. Harus ada data, harus ada kolaborasi antarinstansi. Ini yang sedang kami bangun, supaya ke depan tidak ada lagi ketimpangan distribusi nakes di wilayah kita”, ujarnya.
Hasil dari pertemuan ini akan dijadikan dasar dalam penyusunan dokumen rencana kebutuhan SDM Kesehatan Tahun 2026 yang lebih adaptif, akurat, dan berbasis bukti.
Kegiatan ditutup dengan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang disepakati bersama seluruh peserta, dengan harapan mampu menjawab tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks.
“Kolaborasi lintas sektor adalah kunci. Kebutuhan SDM kesehatan harus dirancang secara strategis dan terukur”, pungkas Kasubbag Umpeg Dinkesda, Farida Sukowati, S.ST, M.Kes. (Kesmas_Promkes)
