Cegah Fenomena Fatherless, GAMAS Ajak Ayah Hadir di Momen Penting Anak
DEMAK — Upaya mencegah meningkatnya fenomena fatherless atau minimnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak terus didorong oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinpermades P2KB).
Melalui program Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS), para ayah diajak hadir langsung mengantar anak saat memasuki tahun ajaran baru sebagai bentuk keterlibatan dalam tumbuh kembang anak.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinpermades P2KB Demak, Herminingsih saat menjadi narasumber program talkshow di RS KW FM, Jum'at (10/7/26).
Dalam kesempatan tersebut dirinya menjelaskan bahwa GAMAS merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Kepala BKKBN Nomor 17 Tahun 2026.
“Program ini lahir sebagai respons terhadap hasil Pemutakhiran Pendataan Keluarga Tahun 2025 yang menunjukkan sekitar 25 persen anak Indonesia tumbuh tanpa keterlibatan ayah yang memadai. GAMAS sendiri bukan sekadar imbauan atau kegiatan seremonial. Ini menjadi langkah untuk membangun kebiasaan agar ayah lebih hadir dalam pengasuhan anak, baik secara fisik maupun emosional,” jelas Hermin
Lanjutnya, fenomena fatherless tidak selalu berarti anak tidak memiliki ayah. Banyak anak yang masih tinggal bersama ayah, namun keterlibatan dalam keseharian terbatas karena tuntutan pekerjaan.
“Berdasarkan data Pendataan Keluarga Tahun 2025, sekitar 25,8 persen anak Indonesia itu tumbuh tanpa keterlibatan ayah yang memadai. Kondisi ini tentunya menjadi perhatian karena kehadiran ayah berpengaruh terhadap perkembangan emosional dan psikologis anak“, kata Hermin
Melalui GAMAS, pemerintah berharap kehadiran ayah dalam kehidupan anak dapat menjadi kebiasaan baru, tidak hanya saat hari pertama sekolah, tetapi juga dalam berbagai proses pendidikan dan tumbuh kembang anak.Tidak hanya hadir secara fisik namun juga hadir secara emosional, memberikan dukungan, kasih sayang dan juga rasa aman. (red-kmf/nin)
