Ubinan KSA Padi MT-I di Kelompok Tani Maju Makmur Singorejo, Demak: Hasil 5,6 Ton/Ha Terpengaruh Cuaca Ekstrem

DEMAK 4 Februari 2025 – Pada hari Selasa, 4 Februari 2025, Kelompok Tani Maju Makmur yang berlokasi di Kelurahan Singorejo, Kecamatan Demak, melaksanakan kegiatan ubinan padi MT-I. Ubinan tersebut dilakukan oleh penyuluh pertanian bersama dengan tim dari Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mengevaluasi hasil panen yang ditanam pada musim tanam sebelumnya.

Ubinan (Kerangka Sampel Area) KSA merupakan salah satu metode untuk melakukan pemantauan hasil pertanian di tingkat lapangan. Kegiatan ini dilakukan dengan mengambil sampel dari lahan pertanian secara acak untuk mengukur produktivitas tanaman. Ubinan ini bertujuan untuk mendapatkan data yang akurat mengenai hasil pertanian yang bisa digunakan sebagai bahan evaluasi dan perencanaan untuk sektor pertanian, serta membantu dalam perhitungan statistik yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.

Meskipun kegiatan ubinan ini bertujuan untuk memantau produktivitas padi di wilayah tersebut, hasil yang didapatkan kali ini terbilang cukup rendah, yaitu sebesar 5,6 ton per hektar. Angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan hasil ubinan pada musim tanam sebelumnya, dan hal ini disebabkan oleh faktor cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir.

Menurut penjelasan dari koordinator penyuluh pertanian Muhammad Sumedi STP, kondisi cuaca yang tidak stabil, dengan curah hujan yang tinggi disertai angin kencang, memberikan dampak negatif terhadap perkembangan tanaman padi. Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Demak beberapa pekan terakhir menyebabkan padi rubuh sehingga banyak petani mengalami hasil panen yang kurang optimal. Antisipasi terhadap cuaca ekstrem sudah mulai diperkenalkan kepada para petani, seperti pemilihan varietas padi yang lebih tahan terhadap kondisi cuaca buruk dan pengelolaan irigasi yang lebih baik.

Walaupun hasil ubinan kali ini tidak optimal, para petani di Kelompok Tani Maju Makmur tetap berharap bahwa dengan adanya perbaikan teknik dan metode pertanian, mereka dapat mencapai hasil yang lebih baik pada musim tanam mendatang. Para petani juga berharap agar cuaca yang lebih stabil bisa mendukung keberhasilan pertanian di musim-musim berikutnya. (bpp-demak)