Tracing TB Terintegrasi CKG dengan X-Ray Portable, Dinkesda Demak Perkuat Temu Kasus Aktif TBC

DEMAK - Dinkesda Demak melaksanakan kegiatan Tracing Tuberkulosis (TB) terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan screening metode Active Case Finding (ACF) menggunakan X-Ray Portable pada Sabtu, 01 Agustus 2026 pukul 07.00 hingga 12.30 WIB, bertempat di Puskesmas Demak III. Kegiatan ini melibatkan Ketua Tim P2P Dinkesda, Tim TBC Dinkesda, Kepala Puskesmas Demak III beserta tim, Dokter Spesialis Radiologi RSUD Sunan Kalijaga, dua radiografer, serta kader MSI TBC Demak.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat penemuan kasus TB secara aktif melalui pendekatan terintegrasi, dengan menyasar kontak serumah, kontak erat, serta kelompok berisiko. Dalam pelaksanaannya, dilakukan tracing terhadap 26 kasus indeks TB yang menghasilkan identifikasi sebanyak 89 kontak serumah dan kontak erat, yang seluruhnya telah diskrining. Selain itu, terdapat 11 orang dari kelompok populasi berisiko yang turut dilakukan skrining kesehatan.

Penggunaan X-Ray Portable menjadi salah satu inovasi dalam kegiatan ini, di mana seluruh 89 kontak serumah/kontak erat serta 11 kelompok berisiko telah menjalani pemeriksaan radiologi sebagai bagian dari deteksi dini. Dari hasil skrining tersebut, ditemukan 18 orang terduga TB dari kelompok kontak erat, yang selanjutnya dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan diagnosis.

Ketua Tim PM dan PL Dinkesda Demak Tri Handayani, SKM, M.M. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan strategi penting dalam percepatan eliminasi TB di Kabupaten Demak.
“Pendekatan Active Case Finding dengan dukungan X-Ray Portable memungkinkan kita menemukan kasus lebih cepat dan lebih luas, sehingga penanganan dapat segera dilakukan untuk mencegah penularan”, ujarnya.

Sementara itu, Dokter Spesialis Radiologi RSUD Sunan Kalijaga menambahkan bahwa penggunaan X-Ray Portable sangat membantu dalam meningkatkan akurasi skrining di lapangan.
“Dengan alat ini, proses deteksi menjadi lebih cepat dan efisien, terutama untuk menjangkau kelompok berisiko yang sulit mengakses fasilitas kesehatan,” jelasnya.

Selain itu, tercatat sebanyak 48 orang dari kontak serumah, kontak erat, maupun kelompok berisiko telah memulai Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) sebagai langkah preventif. Adapun hasil pembacaan X-Ray yang mengarah ke TBC masih dalam proses konfirmasi lebih lanjut.

Melalui kegiatan ini, Dinkesda Demak terus memperkuat upaya promotif dan preventif dalam pengendalian TB, sekaligus meningkatkan cakupan layanan kesehatan berbasis komunitas guna mewujudkan masyarakat yang sehat dan bebas TBC. (Kesmas_Promkes PM)