Rumah Gizi Balita dan Evaluasi PKAT, Dinkesda Demak Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

DEMAKDinkesda Demak melaksanakan kegiatan Rumah Gizi Balita Tahun 2026 sekaligus Evaluasi Pelayanan Kesehatan Anak Terpadu (PKAT) pada Selasa (14/7/2026) mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Desa Prampelan wilayah Puskesmas Sayung 2. Kegiatan ini melibatkan Tim Kesga Gizi Dinkes, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Tengah, Tim Puskesmas Sayung 2, Tim PKAT, kader kesehatan, serta 13 ibu balita dengan kondisi stunting dan gizi kurang.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung target nasional dalam mewujudkan Generasi Emas 2045 melalui peningkatan status gizi balita. Rumah Gizi Balita difokuskan pada edukasi dan sosialisasi kepada ibu atau pengasuh balita serta keluarga, khususnya bagi balita yang berisiko stunting, agar memiliki pemahaman yang lebih baik terkait kesehatan dan tumbuh kembang anak.

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan edukasi mengenai pemanfaatan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) secara optimal, peningkatan pola asuh, serta pemantauan tumbuh kembang anak. Selain itu, dilakukan pemeriksaan langsung oleh dokter spesialis anak dari IDAI Jawa Tengah guna memastikan kondisi kesehatan balita serta memberikan rekomendasi penanganan yang tepat.

Programer Gizi Sri Chafidhotus Sakdanah, S.Gz menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran keluarga terhadap pentingnya pemenuhan gizi anak. “Melalui Rumah Gizi Balita, diharapkan keluarga lebih memahami pentingnya pemantauan tumbuh kembang dan pemenuhan gizi yang tepat guna mencegah stunting sejak dini”, ujarnya.

Sementara itu, pelaksanaan evaluasi PKAT di Puskesmas Sayung 2 juga menjadi bagian penting dalam menjamin kualitas layanan kesehatan anak. “PKAT dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan berbagai tenaga kesehatan seperti dokter, bidan, perawat, dan ahli gizi, sehingga pelayanan yang diberikan lebih komprehensif dan berkualitas”, ungkap perwakilan tim.

PKAT sendiri merupakan layanan kesehatan yang menyasar bayi usia 6 – 7 bulan kurang satu hari, dengan penanggung jawab dokter fungsional puskesmas, serta dapat dilaksanakan di Puskesmas, Pustu, maupun PKD. Dengan pelaksanaan yang optimal, diharapkan mampu mendukung tumbuh kembang anak secara maksimal.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan, kesadaran, serta praktik keluarga dalam pemenuhan gizi anak, sehingga berdampak pada penurunan angka stunting dan terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. (Kesmas_Promkes PM)