Penguatan Sistem Kesehatan Ibu, Dinkesda Demak Gelar Audit Klinis AMPSR di Puskesmas Kebonagung
DEMAK — Upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu terus diperkuat oleh Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak melalui kegiatan audit klinis AMPSR yang dilaksanakan di Aula Puskesmas Kebonagung, Rabu (6/5/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinkesda, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Ketua Tim Kesehatan Keluarga dan Gizi beserta tim, Kepala Puskesmas Kebonagung, serta seluruh bidan desa di wilayah kerja setempat.
Audit klinis AMPSR merupakan langkah strategis dalam mengkaji secara mendalam kasus kematian ibu yang terjadi di wilayah kerja puskesmas. Kegiatan ini bertujuan untuk:
- Mengidentifikasi faktor penyebab dan risiko kematian ibu
- Mengevaluasi kualitas pelayanan kesehatan yang telah diberikan
- Menyusun rekomendasi perbaikan sistem pelayanan ke depan
Melalui pendekatan ini, setiap kasus tidak hanya dilihat sebagai kejadian, tetapi menjadi bahan pembelajaran bersama untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Pelaksanaan audit ini menjadi bagian penting dalam mendukung penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Demak. Dengan keterlibatan lintas tim, termasuk tenaga kesehatan di lini terdepan seperti bidan desa, diharapkan terjadi peningkatan kualitas pelayanan secara menyeluruh.
Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat koordinasi antar tenaga kesehatan dalam sistem rujukan dan penanganan kasus risiko tinggi.
Tidak hanya sebagai evaluasi, audit klinis AMPSR juga menghasilkan rencana tindak lanjut yang konkret, antara lain:
- Peningkatan deteksi dini risiko pada ibu hamil
- Penguatan sistem rujukan kegawatdaruratan
- Peningkatan kompetensi tenaga kesehatan
- Edukasi berkelanjutan kepada masyarakat
Dengan langkah ini, diharapkan sistem pelayanan kesehatan ibu di Kabupaten Demak semakin responsif, terintegrasi, dan berkualitas.
Melalui audit klinis ini, Dinkesda Demak berharap seluruh tenaga kesehatan semakin meningkatkan kewaspadaan dan kualitas pelayanan, sehingga angka kematian ibu dapat ditekan dan kesehatan masyarakat semakin meningkat. (Kesmas_Promkes PM)
