Pelatihan Pembuatan Video Konten Dorong Kreativitas Masyarakat dalam Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial

DEMAK – Kamis (7/11) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Demak kembali menyelenggarakan kegiatan produktif melalui program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial. Kali ini, kegiatan yang digelar di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Demak mengusung tema Pelatihan Pembuatan Video Konten yang diikuti oleh perwakilan masyarakat, komunitas literasi, dan pengelola perpustakaan desa.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Perpustakaan, Siswati Tri Pudjiastuti, S.S., M.M. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kemampuan membuat konten kreatif menjadi salah satu keterampilan penting di era digital, dan perpustakaan dapat menjadi ruang pembelajaran yang inklusif bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi tersebut.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong masyarakat agar tidak hanya menjadi pengguna informasi, tetapi juga mampu menjadi pencipta konten yang bermanfaat. Video bisa menjadi media yang kuat untuk menyampaikan pesan positif, promosi potensi lokal, dan menginspirasi orang lain”, ujar Siswati.

Dalam pelatihan ini, peserta dibekali pengetahuan dasar mengenai konsep storytelling digital, teknik pengambilan gambar menggunakan ponsel, serta pengeditan video sederhana dengan aplikasi yang mudah diakses. Narasumber juga membagikan tips dalam membangun ide kreatif, memahami audiens, hingga strategi publikasi di media sosial agar konten lebih efektif menjangkau masyarakat luas.

Para peserta tampak antusias mengikuti sesi demi sesi, terlebih ketika mereka diberi kesempatan mempraktikkan langsung pembuatan video singkat bertema literasi dan kegiatan sosial di lingkungan sekitar. Hasil karya peserta nantinya akan dipamerkan sebagai bagian dari promosi kegiatan inklusi sosial di perpustakaan.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat pemberdayaan masyarakat yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan komunikasi. Melalui program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga menjadi ruang belajar, berkreasi, dan berinovasi bagi semua kalangan. (perpusar(