Monitoring Pembebasan Pasien ODGJ Dipasung di Desa Prampelan, Sayung

DEMAK — Upaya peningkatan pelayanan kesehatan jiwa kembali dilakukan melalui kegiatan Monitoring Pembebasan Pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Dipasung di Desa Prampelan, Kecamatan Sayung. Kegiatan berlangsung pada Kamis (11/12) pukul 14.00 WIB hingga selesai, melibatkan sejumlah unsur tenaga kesehatan dan tim lintas sektor.

Personil yang terlibat dalam kegiatan ini meliputi Programmer Jiwa Puskesmas Sayung 2, Tim TPKJM Kecamatan Sayung, Ketua Tim Talkesmas Keswa, Tim Talkesmas Keswa, serta Tim Pentol Bakar dari RSJD Amino.

Kegiatan monitoring dilaksanakan sebagai bentuk pengawasan dan intervensi terhadap pasien ODGJ yang masih mendapatkan perlakuan pemasungan, agar dapat segera dibebaskan serta memperoleh layanan kesehatan sesuai standar. Dalam kesempatan tersebut, tim melakukan kunjungan langsung kepada pasien atas nama M (inisial), usia 45 tahun, warga Desa Prampelan RT 01 RW 03.

Kondisi pasien saat ditemui dilaporkan cukup stabil dan mampu berkomunikasi dengan baik. Setelah dilakukan asesmen, pasien kemudian dievakuasi bersama Tim TPKJM, petugas Puskesmas Sayung 2, serta Tim Pentol Bakar RSJD Amino untuk dirujuk dan mendapatkan perawatan lanjutan di RSJD Amino.

Ketua Tim Talkesmas Keswa, Adi Saputra, S,Kep, Ners.  menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen bersama dalam memastikan hak dan martabat penyandang gangguan jiwa tetap terpenuhi.
“Pembebasan pasung bukan hanya tindakan fisik, tetapi juga bentuk pemulihan harkat kemanusiaan. Kami memastikan setiap pasien mendapatkan akses layanan kesehatan jiwa yang layak dan berkelanjutan”, ujarnya.

Sementara perwakilan Programmer Jiwa Puskesmas Sayung 2 menambahkan,
“Kami selalu berupaya melakukan pemantauan berkala dan berkoordinasi dengan lintas sektor agar tidak ada lagi praktik pemasungan di wilayah Sayung. Kesehatan jiwa adalah tanggung jawab bersama”.

Kegiatan monitoring ini diharapkan dapat semakin memperkuat jejaring layanan kesehatan jiwa di Kabupaten Demak, sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih peduli dan tidak memberikan stigma negatif terhadap ODGJ. (Kesmas_Promkes PM)