Monitoring Dan Evaluasi Kegiatan Optimalisasi Pemanfaatan Pekarangan
DEMAK - Pekarangan merupakan sebidang tanah di sekitar rumah yang mudah diusahakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemenuhan gizi mikro melalui perbaikan menu keluarga. Pekarangan juga sering disebut sebagai lumbung hidup, warung hidup, atau apotek hidup. Pemanfaatan pekarangan merupakan pengelolaan pekarangan melalui pendekatan terpadu berbagai jenis tanaman, ternak dan ikan, sehingga akan menjamin ketersediaan bahan pangan yang beranekaragam secara terus menerus, guna memenuhi gizi keluarga. Dalam rangka meningkatkan konsumsi pangan dan kesejahteraan masyarakat, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Bantuan Optimalisasi Pemanfaatan Pekarangan (OPP).
Jenis bantuan yang diberikan pada kegiatan ini meliputi (1) Saprodi dan benih/bibit tanaman antara lain: tray semai lubang 72, tray semai lubang 105, pupuk kandang, polybag, paranet, gembor, benih tomat, benih tomat, benih cabe rawit, benih terong, benih sawi caysim, benih bayam, benih kacang panjang, benih pare, benih kangkung, benih cabe keriting, jahe, benih ketimun, benih papaya, benih oyong, benih pohon ketela, benih labu madu, bibit nangka, bibit alpukat, dan (2) Perlengkapan budidaya Ikan dan benih ikan antara lain: bioflok, pakan ikan type II dan type I, shadingnet, probiotik kolam, dan benih ikan lele.
Bantuan OPP diberikan kepada Tim Penggerak (TP) PKK Desa Bogosari Kecamatan Guntur, Tim Penggerak (TP) PKK Desa Bulusari Kecamatan Sayung, dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar Desa Karangrejo Kecamatan Bonang. Rabu, 05 Juli 2023 dilakukan monitoring dan evaluasi kegiatan OPP di TP PKK Desa Bogosari oleh tim dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah dan didampingi oleh Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, serta koordinator BPP dan PPL kecamatan Guntur. Bantuan benih/bibit tanaman sudah sampai proses penyemaian, sedangkan kolam sudah terpasang menunggu penyerahan ikan. (dinpertanpangan)
