KIM dan FK Metra Berperan Dalam Meningkatkan Literasi Masyarakat
DEMAK – Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Demak mengikuti Workshop Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) dan Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) Tingkat Provinsi Jawa Tengah yang mengusung tema “Strategi Optimalisasi Peran KIM dan FK Metra: Kiat Kreatif, Mandiri, dan Berdampak bagi Masyarakat”.
Kegiatan yang diselenggarakan di Gedung C Lantai 10 Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Rabu (15/7/2026), dihadiri perwakilan perangkat daerah yang membidangi kegiatan tersebut, pengurus FK Metra, serta KIM dari kabupaten/kota se-Jawa Tengah.
Workshop dibuka oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Digital Provinsi Jawa Tengah, Lilik Henry Ristanto.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa masyarakat saat ini menghadapi fenomena tsunami informasi, di mana semakin sulit membedakan informasi yang benar dengan informasi yang keliru namun terus diulang hingga dianggap sebagai kebenaran.
”Oleh karena itu, KIM dan FK Metra memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam meningkatkan literasi informasi serta melindungi masyarakat dari dampak negatif digitalisasi“, kata Henry
Sementara itu, pada sesi berikutnya, Ketua FK Metra Provinsi Jawa Tengah, Daniel Agung Wahyudi, menegaskan bahwa kesenian tradisional merupakan media komunikasi yang efektif untuk menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat.
Menurutnya, seni tradisional mampu menjadi jembatan antara pemerintah dengan masyarakat karena memiliki kedekatan emosional bagi generasi tua sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi generasi muda.
”Melalui FK Metra, berbagai program pemerintah dapat dikemas dalam pertunjukan seni budaya sehingga lebih mudah diterima dan dipahami masyarakat “, jelas Daniel
Dalam kesempatan yang sama, ketua FK Metra Kabupaten Semarang, Bramantyo Agus Saputro memaparkan strategi optimalisasi FK Metra, bahwa FK Metra bukan sekedar kelompok kesenian melainkan instrumen komunikasi strategis pemerintah.
“Di Kab Semarang, kekayaan budaya merupakan soft power yang sangat efektif untuk membumikan kebijakan publik. Kita membangun kemitraan dengan berbagai pihak melalui kolaborasi dalam agenda rutin, penyusunan kerja sama yang saling menguntungkan, serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang tersedia“, Ungkap Bramantyo
Dirinya menilai, Pendekatan tersebut dinilai mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap kebijakan pemerintah, menjaga keberlangsungan seni budaya lokal, sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah. (red-kmf/nin)
