Gelombang Kedua Pelatihan Bidang Boga, 100 Kader PKK Jateng Dilatih Membuat Kudapan

DEMAK - Gelombang Kedua pada Pelatihan Bidang Industri Usaha Boga bagi Mustahik telah dilaksanakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah dengan menggandeng Tim Penggerak PKK Jateng. Bertempat di BKPP Kabupaten Demak, Jumat (17/02/2023). Sebanyak 100 kader PKK se-Eks Karesidenan Pati, yakni dari Demak, Jepara, Kudus, Rembang, Blora, dilatih keterampilan membuat aneka kudapan berbahan ikan sampai bekatul.

Turut hadir Bupati Demak dr. Hj. Eisti’anah, S.E., Ketua TP PKK Jateng Siti Atikoh Supriyanti, Ketua Baznas Jateng Ahmad Darodji, Ketua Baznas Demak H. Bambang Susetiarto, S.IP. serta para mustahik yang mengikuti pelatihan.

Dalam sambutannya, Bupati Eisti mengatakan, pelatihan itu merupakan peluang bagi keluarga lepas dari jerat kemiskinan. Ia mengatakan, kemiskinan di Demak masih tinggi namun perlahan kian menurun.

“Kemiskinan cukup tinggi di Demak. Tahun 2022 turun dari 12,9 persen jadi 12,09 persen. Kami selalu libatkan Baznas, untuk menurunkan kemiskinan,” ucapnya.

Bupati melanjutkan, Kegiatan pemberdayaan bagi mustahik produktif sangat penting sekali, karena banyak manfaat yang dapat dirasakan.

“Dengan adanya pembekalan ketrampilan di bidang industri makanan ini akan memberikan nilai lebih yang nantinya akan menciptakan bisnis atau peluang usaha baru bagi masyarakat. Semoga dapat memunculnya berbagai peluang usaha dan UMKM baru, maka upaya pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan akan benar-benar tercapai,” ungkapnya.

Selain itu, Bupati Eisti juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Baznas, Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Demak.

“Terima kasih atas kolaborasi dan kerjasamanya dalam membantu pemerintah daerah untuk memberdayakan masyarakat dan mengentaskan mereka dari kemiskinan”, pungkasnya.

Ketua TP PKK Jateng Atikoh Ganjar Pranowo mengatakan, pelatihan itu merupakan ikhtiar menuntaskan kemiskinan. Ia menyebut, penanganan kemiskinan bisa dimulai dari ranah keluarga. Hal itu dibuktikan dengan para penerima pelatihan yang kebanyakan perempuan, dan di antaranya berperan sebagai tulang punggung keluarga.

“Penanganan kemiskinan, riilnya ya berasal dari rumah tangga. Kalau keluarganya kuat, otomatis negara hebat”, ungkapnya.

Atikoh mengatakan, kolaborasi dengan Baznas dilakukan dengan berbagai jenis pelatihan. Materinya pun disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi lokal.

Sementara itu, Ketua Baznas Jateng Ahmad Darodji memaparkan, hingga kini sudah ada 1.000-an orang kader PKK yang mendapatkan pelatihan. Sedangkan, total pelatihan yang telah dilakukan menyasar sekitar 8.000 orang.

Menurutnya, pelatihan keterampilan merupakan ikhtiar awal, agar keluarga bisa keluar dari zona kemiskinan. Dikatakan Darodji, dari total 100 peserta, mereka berasal dari kategori penerima zakat atau mustahik.

“Nah dengan PKK kita sudah latih 1.000 kader. Sebelumnya ada kerajinan bambu, berikutnya nanti ada laundry. Kita ingin ajak mereka yang membutuhkan meningkatkan kualitas ekonomi”, paparnya. (Prokompim)