Dinkesda Demak Perkuat Diagnosis TBC Melalui Koordinasi Analis Kesehatan

DEMAK — Dalam rangka mendukung target eliminasi Tuberkulosis tahun 2030, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak menggelar Pertemuan Koordinasi Analis Kesehatan Program Tuberkulosis, Senin (25/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Gedung C Lantai 1 ini mengangkat tema “Pengelolaan Spesimen Dahak dan Non Dahak pada Pemeriksaan TCM dalam Penegakan Diagnosis Tuberkulosis”. Pertemuan ini diikuti oleh Ketua Tim P2PM & PL, narasumber dari Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, tim TBC Dinkesda, analis kesehatan Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Demak, serta analis penanggung jawab TBC dari puskesmas dan rumah sakit.

Dalam sambutannya, Ketua Tim P2PM & PL Tri Handayani, SKM, M.M. menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pemeriksaan bakteriologis dalam mendukung penemuan kasus TBC, termasuk pada anak.

“Kualitas pemeriksaan menjadi kunci utama dalam penemuan kasus TBC. Dengan pemeriksaan yang tepat dan akurat, kita dapat mempercepat diagnosis sekaligus mendukung target eliminasi TBC tahun 2030”, ujarnya.

Sementara itu, narasumber dari Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Ibu Tri Sugiyatmini, menjelaskan bahwa pemeriksaan TCM kini tidak hanya terbatas pada spesimen dahak, tetapi juga dapat menggunakan berbagai spesimen non dahak.

“Pemeriksaan TCM dengan cartridge MTB/RIF Ultra memungkinkan deteksi TBC melalui spesimen non dahak seperti LCS, feses, urin, dan cairan tubuh lainnya. Hal ini sangat membantu terutama pada kasus-kasus tertentu yang sulit mendapatkan sampel dahak”, jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan pelatihan teknis terkait proses preparasi, inkubasi, hingga penggunaan alat TCM GeneXpert. Selain itu, disepakati rencana tindak lanjut bahwa mulai 25 Mei 2026, fasilitas kesehatan yang memiliki layanan TCM sudah dapat melakukan pemeriksaan spesimen non dahak, dengan tetap memperhatikan standar pengambilan dan pengemasan spesimen.

Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak berharap kapasitas tenaga analis kesehatan semakin meningkat sehingga mampu mempercepat deteksi dini dan penanganan kasus TBC di Kabupaten Demak. (Kesmas_Promkes PM)