Dinkesda Demak Optimalkan Rumah Gizi Balita dan Evaluasi PKAT Untuk Cegah Stunting

DEMAK – Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Demak melalui Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi (Kesga Gizi) melaksanakan kegiatan Rumah Gizi Balita Tahun 2026 sekaligus Evaluasi Pelayanan Kesehatan Anak Terpadu (PKAT) pada Selasa (7/7/2026) di Desa Mlaten serta Puskesmas Wonosalam 1 dan Puskesmas Wonosalam 2.

Kegiatan ini melibatkan Tim Kesga Gizi Dinkesda, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Tengah, Tim Puskesmas, Tim PKAT, kader kesehatan Desa Mlaten, serta 13 ibu balita dengan kondisi stunting dan gizi kurang.

Rumah Gizi Balita menjadi salah satu intervensi strategis berbasis keluarga dalam upaya penanganan masalah gizi, khususnya pada balita berisiko stunting. Melalui edukasi dan sosialisasi kepada ibu, pengasuh, dan keluarga, diharapkan terjadi peningkatan pemahaman terkait pemenuhan gizi seimbang, pemantauan tumbuh kembang, serta pemanfaatan Buku KIA secara optimal.

Programer Gizi Subid Kesga Gizi Dinkesda Kabupaten Demak Sri Chafidhotus Sakdanah, S.Gz menyampaikan bahwa pendekatan keluarga menjadi kunci dalam keberhasilan intervensi gizi.

“Melalui Rumah Gizi Balita, kami memberikan edukasi sekaligus pendampingan kepada keluarga agar mampu mengenali dan memenuhi kebutuhan gizi anak secara tepat, sehingga dapat mencegah dan menurunkan angka stunting”, ujarnya.

Dalam kegiatan ini, balita juga mendapatkan pemeriksaan langsung dari dokter spesialis anak yang tergabung dalam IDAI Jawa Tengah guna memastikan kondisi kesehatan dan tumbuh kembang anak terpantau secara komprehensif.

Selain itu, dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan PKAT di Puskesmas sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan anak. PKAT merupakan layanan terpadu yang melibatkan berbagai profesi kesehatan seperti dokter, bidan, perawat, dan ahli gizi, dengan sasaran bayi usia 6 – 7 bulan kurang 1 hari.

Perwakilan Tim PKAT menambahkan bahwa pelayanan yang terintegrasi sangat penting dalam memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal.

“PKAT menjadi langkah strategis dalam memberikan pelayanan kesehatan anak secara menyeluruh, mulai dari deteksi dini hingga intervensi yang tepat sesuai kondisi anak”, jelasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kualitas pelayanan kesehatan anak di Puskesmas semakin meningkat, serta kesadaran keluarga dalam menjaga kesehatan dan gizi balita semakin baik, guna mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia Tahun 2045.

Dinkesda Kabupaten Demak berkomitmen untuk terus memperkuat intervensi gizi dan pelayanan kesehatan anak melalui kolaborasi lintas profesi dan pemberdayaan masyarakat. (Kesmas_Promkes PM)