Dinkesda Demak Optimalkan Rumah Gizi Balita, Cegah Stunting Menuju Generasi Emas 2045
DEMAK – Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Demak melalui Subid Kesehatan Keluarga dan Gizi (Kesga Gizi) terus berupaya menekan angka stunting melalui kegiatan Rumah Gizi Balita Tahun 2026 yang dilaksanakan pada Jumat (3/7/2026) di Desa Trimuluyo.
Kegiatan ini melibatkan Tim Kesga Gizi Dinkesda, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Tengah, Tim Puskesmas Guntur 1, kader kesehatan Desa Trimuluyo, serta 13 ibu balita dengan kondisi stunting dan gizi kurang.
Rumah Gizi Balita merupakan salah satu intervensi berbasis keluarga yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran orang tua atau pengasuh dalam pemenuhan gizi dan pemantauan tumbuh kembang anak, sebagai langkah strategis mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia Tahun 2045.
Perwakilan Tim Kesga Gizi Dinkesda Kabupaten Demak menyampaikan bahwa edukasi kepada keluarga menjadi kunci utama dalam penanganan masalah gizi pada balita.
“Melalui kegiatan ini, kami memberikan edukasi dan pendampingan kepada ibu dan keluarga agar lebih memahami pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pemanfaatan Buku KIA, serta pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin”, ujarnya.
Dalam kegiatan ini, peserta juga mendapatkan pemeriksaan langsung dari dokter spesialis anak yang tergabung dalam IDAI Jawa Tengah, sehingga kondisi kesehatan balita dapat terpantau secara lebih komprehensif.
Perwakilan IDAI Jawa Tengah menambahkan bahwa intervensi dini sangat penting dalam mencegah dampak jangka panjang dari stunting.
“Dengan deteksi dan penanganan yang tepat sejak dini, kita dapat memperbaiki status gizi balita dan mencegah risiko gangguan tumbuh kembang di masa depan”, jelasnya.
Melalui kegiatan Rumah Gizi Balita, diharapkan terjadi peningkatan pemanfaatan Buku KIA secara optimal oleh keluarga, serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan dan gizi anak.
Dinkesda Kabupaten Demak berkomitmen untuk terus melakukan upaya promotif dan preventif dalam penanganan stunting melalui pendekatan keluarga dan pemberdayaan masyarakat. (Kesmas_Promkes PM)
