Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak Perluas Layanan PrEP untuk Pencegahan HIV
DEMAK – Rabu, 17 September 2025 Dinas Kesehatan Kabupaten Demak melalui Bidang P2P Seksi P2PM & PL Program HIV menggelar Pertemuan Perluasan PrEP (Pre-Exposure Prophylaxis) Program HIV yang berlangsung di Aula Dinas Pertanian dan Pangan lantai 2, Rabu (17/9). Kegiatan ini diikuti oleh tenaga kesehatan dari 12 fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) di Kabupaten Demak yang terdiri dari dokter, tenaga farmasi, dan konselor rehabilitasi (RR), serta perwakilan komunitas.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Katim P2PM dan PL Dinas Kesehatan, Tim HIV Dinas Kesehatan Kabupaten Demak, narasumber dari Kabupaten Jepara, serta perwakilan komunitas peduli HIV.
Pertemuan ini bertujuan untuk menambah jumlah fasilitas kesehatan yang dapat memberikan layanan PrEP di Kabupaten Demak. PrEP sendiri merupakan terapi pencegahan bagi individu dengan risiko tinggi tertular HIV, sehingga keberadaannya sangat penting dalam menekan angka penularan.
Materi yang disampaikan meliputi tata laksana PrEP, pencatatan dan pelaporan melalui aplikasi PrEP, serta role play pelayanan PrEP bersama komunitas untuk memastikan tenaga kesehatan memiliki pemahaman menyeluruh, baik secara administratif maupun teknis pelayanan.
Programer HIV Nurbarokah, SKM Bidang P2P menyampaikan, perluasan layanan PrEP di Demak merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat strategi pengendalian HIV.
“Kami ingin memastikan masyarakat, terutama kelompok dengan risiko tinggi, memiliki akses yang mudah dan cepat terhadap layanan PrEP. Dengan semakin banyak fasyankes yang melayani, upaya pencegahan HIV bisa lebih maksimal,” ujarnya.
Sementara itu, narasumber dari Jepara memberikan pengalaman praktik terbaik dalam pengelolaan layanan PrEP di wilayahnya, yang diharapkan bisa menjadi acuan bagi Kabupaten Demak.
“Kunci dari keberhasilan layanan PrEP adalah kolaborasi antara tenaga kesehatan dengan komunitas. Dengan komunikasi yang baik, maka layanan bisa menjangkau kelompok sasaran secara efektif”, terangnya.
Peserta dari kalangan dokter dan farmasi juga menyambut baik kegiatan ini. Salah satu tenaga farmasi menyebutkan bahwa pelatihan ini memberikan gambaran jelas terkait prosedur pelayanan.
“Selain memahami tata laksana, kami juga belajar bagaimana melibatkan komunitas dalam proses pendampingan pasien, sehingga pasien merasa lebih nyaman dan terfasilitasi”, ungkapnya.
Dengan adanya pertemuan ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak berharap layanan PrEP dapat diperluas ke lebih banyak fasyankes, sehingga akses pencegahan HIV semakin merata, penemuan kasus lebih cepat, serta penularan HIV dapat ditekan secara signifikan. (Kesmas_Promkes PM)
