Demang Ngantor Deso, Berikan Layanan Lengkap dan Bantuan
DEMAK - Program “Demang Ngantor Deso " Ini menjadi salah satu upaya mendekatkan pelayanan publik langsung ke masyarakat desa. Dengan begitu, warga tidak perlu lagi datang ke kantor-kantor pelayanan. Seluruh layanan di hadirkan langsung di desa sehingga masyarakat bisa lebih mudah mengaksesnya.
Hal ini disampaikan Akhmad Sugiharto Sekretaris Daerah (Sekda) Demak dalam Rapat Persiapan Pelaksanaan kegiatan Demang Ngantor Deso di Ballroom Lantai 1 Gedung C Setda Kabupaten Demak, Selasa (5/5/2026).
Kegiatan Demang Ngantor Deso di agendakan Hari Rabu, 13 Mei 2026 bertempat di Halaman Balaidesa Trengguli Kecamatan Wonosalam. Selain memberikan layanan publik juga di lakukan penyerahan bantuan dan dialog bersama masyarakat.
Pada kesempatan tersebut Sekda menjelaskan dalam pelaksanaannya, kegiatan ini akan menghadirkan beragam layanan lintas instansi, mulai dari administrasi kependudukan, layanan kesehatan, perizinan, ketenagakerjaan, hingga layanan keuangan dan perpajakan.
Untuk bantuan diantaranya bantuan bibit dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), bantuan sosial dari Dinpermades melalui BUMDesma, bantuan gerobak UMKM dari Bank BRI, serta bantuan kursi roda dari Bank Jateng sebanyak dua unit.
Bantuan rumah tidak layak huni (RTLH), bantuan modal usaha UMKM, bantuan untuk tempat ibadah, serta paket sembako bagi masyarakat yang membutuhkan.
Sekda menekankan pentingnya kesiapan pelayanan agar berjalan optimal. Ia meminta seluruh pihak memastikan kualitas pelayanan benar-benar maksimal.
“Disiapkan sebaik mungkin, terutama pelayanannya. Jangan sampai kita kurang dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat”, tegasnya.
Sementara itu, Bupati Demak Eisti’anah mengingatkan agar pelaksanaan kegiatan tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar, mengingat lokasi acara berada di dekat sekolah.
“Evaluasi kegiatan sebelumnya, jangan sampai hanya ramai di depan tapi sepi di belakang. Penataan harus dibuat agar semua stand bisa dikunjungi masyarakat”, kata Eisti'anah.
Bupati juga mendorong adanya strategi agar masyarakat lebih tertarik datang, tidak hanya yang menerima bantuan saja. Salah satunya melalui kolaborasi antar instansi, seperti menghadirkan pasar murah atau program pangan terjangkau.
“Harapannya masyarakat tahu bahwa banyak kemudahan layanan yang bisa diakses. Jadi bukan hanya datang karena bantuan, tapi juga karena kebutuhan layanan”, tambahnya. (Red-kmf/apj/nik).
