Demak Targetkan 3.650 Akseptor KB pada Peringatan Harganas 2026

DEMAK - Selain fokus pada penguatan keluarga, peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Tahun 2026 juga menjadi momentum peningkatan pelayanan keluarga berencana (KB). Pemerintah Kabupaten Demak menargetkan lebih dari 3.650 akseptor KB di 14 kecamatan, termasuk 20 akseptor Metode Operasi Wanita (MOW) bagi perempuan dengan risiko tinggi kehamilan.

Program tersebut merupakan bentuk perlindungan terhadap kesehatan ibu sekaligus upaya mewujudkan keluarga yang lebih sejahtera dan berkualitas. Program KB tidak hanya bertujuan mengatur jumlah anak, tetapi juga membantu keluarga merencanakan masa depan yang lebih baik dari aspek kesehatan, ekonomi, dan pengasuhan.

Hal tersebut di sampaikan  Kepala Bidang KBK dan KK Dinpermades P2KB Kabupaten Demak, Indah Kusumawati, saat menjadi narasumber talkshow di RSKW, Rabu (24/6/2026).

Indah menjelaskan, untuk mendukung pencapaian target tersebut, Pemerintah Kabupaten Demak menggelar pelayanan KB serentak yang dipadukan dengan pelayanan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) Implant yang dipusatkan di Ruang Steward Sport Center Demak.

Kegiatan tersebut merupakan bagian  Rangkaian peringatan Harganas yang di kemas dalam Festival dan Apresiasi Karya Perempuan Tahun 2026 pada Kamis hingga Jum’at,  25–26 Juni 2026 di Halaman Sport Center Kabupaten Demak.

“Melalui momentum tersebut, pemerintah tidak hanya menghadirkan layanan kesehatan reproduksi dan keluarga berencana, tetapi juga mendorong pemberdayaan perempuan sebagai bagian penting dalam pembangunan keluarga yang berkualitas”, terang Indah.

Ditambahkan Indah, Selain pelayanan KB, masyarakat juga dapat memanfaatkan Stand Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang melibatkan Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Kabupaten Demak bersama Forum Generasi Berencana (GenRe) Demak.

Harganas tidak hanya menjadi ajang peringatan semata, tetapi juga momentum pelayanan dan edukasi bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas keluarga. Dengan berbagai layanan yang disediakan, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi, serta pengasuhan yang berkualitas guna mewujudkan keluarga yang sehat, harmonis, dan sejahtera. (red-kmf/nin)