Aplikasi Bahan Pembenah Tanah Menggunakan Asam Humat dan Asap Cair
DEMAK – Kondisi tanah sawah sering kali mengalami penurunan kualitas akibat praktik budidaya yang intensif, penggunaan pupuk kimia yang berlebihan, dan pengelolaan yang tidak berkelanjutan. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menggunakan bahan pembenah tanah seperti asap cair dan asam humat. Asam humat merupakan senyawa organik yang diperoleh dari dekomposisi bahan organik, terutama dari sisa tanaman.
Senyawa ini memiliki kemampuan untuk meningkatkan konversi nutrisi hara yang tersedia bagi tanaman dan mendukung penyerapan hara mikro sekaligus memperbaiki tanah dan meningkatkan struktur tanah. Asap cair yaitu produk sampingan dari proses pirolisis bahan organik yang terbakar tanpa oksigen. Kandungannya senyawa fenolik, asam organik dan unsur-unsur lain yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman. Fungsi asap cair ialah meningkatkan ketahanan terhadap hama penyakit dan menstimulasi pertumbuhan tanaman.
Senin (20/01) Koordinator penyuluh pertanian Kecamatan Demak, Muhammad Sumedi, STP dan penyuluh pertanian Agus Susilo, SP, Dewi Rommy STP dan Sri Budi Wijayanti, SP melaksanakan kegiatan penyuluhan aplikasi asam humat dan asap cair pada tanaman bawang merah milik poktan Pangudi Mulyo, Desa Mulyorejo.
Pada saat pengujian tanah menggunakan PH meter diketahui tanah bawang merah memiliki PH 6,5 dan kondisi tanaman terserang hama juga tampak kerdil di usia 45 hst. Oleh karena itu perlu dilakukan pengaplikasian asam humat dan asap cair.
Komposisi:
• Asam humat 1 gr/ liter untuk pupuk mikro dan pembenah tanah
• Silika cair 1 ml/ liter untuk sumber kalium
• Asap cair 15 ml/liter untuk fungisida dan bakterisida
Campurkan bahan tersebut dan aduk hingga homogen.
Rekomendasi penyemprotan dapat dilakukan 1 minggu sekali agar hasil lebih baik.
(bpp-demak)
