Bupati Demak H Tafta Zani menerima penghargaan nasional dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Penghargaan Satyalancana Wira Karya tersebut disematkan Wapres Boediono di Palu Sulawesi Tengah, baru baru ini. Menurut bupati, penghargaan diberikan karena sejauh ini Kabupaten Demak dinilai berhasil dalam melaksanakan program keluarga berencana (KB).

“Penghargaan ini tidak untuk pribadi saya. Melainkan untuk seluruh warga Demak yang berhasil mengatur angka kelahiran. Warga Demak dinilai mampu mengurangi potensi ledakan penduduk,” kata bupati.

Bupati mengatakan, laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Demak terkendali berkat pemahaman penuh masyarakat tentang pentingnya KB.  Selain itu juga karena adanya program Pemkab Demak yang memberikan pelayanan KB implan gratis kepada masyarakat. Pemkab Demak mengalokasikan anggaran mencapai Rp 1,2 milyar untuk pengadaan implan gratis. Implan dipilih karena alat kontrasepsi tersebut relatif praktis dan aman. Implan sekali dipasang mampu berfungsi optimal hingga tiga tahun.

Disampaikan pula, dalam menjalankan program KB, berbagai elemen diikutsertakan. Mulai dari TNI Polri, ibu-ibu PKK, pemerintah desa hingga RT RW seringkali terlibat dalam kegiatan pemasangan implant gratis. “Anggarannya memang kita tempatkan di Bapermas KB. Namun dalam pelaksanaannya kita koordinatif dan selalu melibatkan berbagi pihak,” ujarnya.

Bupati menambahkan, hingga sekarang di wilayah Kabupaten Demak tercatat ada 240.673 pasangan usia subur (PUS). Sekitar 75 persennya merupakan asektor KB aktif, sedangkan sisanya adalah PUS yang masih menghendaki kelahiran anak. (Anang)

Comments (0)
Only registered users can write comments!
MAAF, BEBERAPA MENU MASIH DALAM PENGEMBANGAN . . . . !