Nuryono Prasetyo kembali dipercaya menjadi Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Demak. Yang bersangkutan terpilih secara aklamasi dalam ajang musyawarah kabupaten (muskab) KNPI 2010, di Gedung IHM Demak, (27/7).
Nuryono atau akrab disapa Nono pun menjabat sebagai Ketua KNPI selama dua periode. Yakni pada periode 2007-2010 dan periode 2010-2013. Melalui posisinya tersebut ia bertekad untuk membangun pemuda Demak. Terutama para pemuda yang memiliki pikiran kritis. “Akan kita rangkul mereka. Saya ingin mereka bersama-sama kita membangun kabupaten ini. Dalam pelaksanaannya nanti kita berusaha luwes,” katanya.
Menurut Nono, pemuda harus bisa luwes dan sanggup berbaur dengan segenap lapisan. Lebih dari itu, pemuda juga dituntut mampu memberikan solusi terhadap sejumlah permasalahan di Kabupaten Demak. “Intinya, pemuda harus dapat menjadi motor pembangunan. Makanya dituntut pula bisa masuk ke segala lini,” terangnya.
Anggota DPRD Demak dari Fraksi Golkar tersebut juga menyampaikan bahwa yang harus menjadi perhatian pemuda adalah sektor pertanian dan perikanan. Karenanya, pemuda Demak dituntut mampu mengelola dua hal yang boleh dikata menjadi tulang punggung daerah itu. “Untuk masuk ke sektor itu, pemuda harus mempunyai bekal kewirausahaan. Saya pun bertekad akan membantu anggota KNPI untuk mencoba peluang wira usaha di sektor pertanian maupun perikanan,” ujarnya.
Disampaikan pula, dalam tiga tahun kedepan, organisasi kepemudaan (OKP) dan pengurus kecamatan (PK) akan dibangkitkan agar menjadi organisasi yang mandiri. Ia tak ingin organisasi yang dipimpinnya sekadar papan nama. Atau sekadar dilantik namun tak ada aksi atau kegiatan yang bisa dipakai menjadi tauladan. “Saya melihat beberapa organisasi kepemudaan minim kegiatan. Oleh sebab itu ada keinginan agar KNPI tak sekadar organisasi papan nama, namun bisa menjadi motor penggerak organisasi yang lain,” pungkasnya. (Anang)