Ribuan anak dari play group, TK dan SD se-Kabupaten Demak, Jumat pagi (23/7), mengikuti karnaval yang diselenggarakan untuk memperingati Hari Anak Nasional (HAN). Karnaval dimulai dari Jalan Kyai Singkil dan berakhir di Jalan Kyai Jebat. Di garis finish itulah, peserta karnaval memperoleh susu dan makanan bergizi yang dibagikan panitia secara gratis.

Peringatan HAN juga diwarnai penyelenggaraan bazar. Bazar yang digelar di halaman setda itu diikuti puluhan stand. Masing-masing stand menjual berbagai barang, seperti makanan, asesoris, buku dan berbagai kebutuhan anak lainnya.

Para peserta karnaval mengenakan berbagai busana dan atribut, serta mengusung sejumlah replika yang menunjukkan ciri khas Kabupaten Demak. Replika Masjid Agung Demak misalnya, diusung ’para wali’ yang diperankan oleh anak-anak TK. Ada pula yang mengusung replika ikan dan biota laut. Miniatur kerang, udang dan kepiting itu ditampilkan anak-anak dari gabungan TK se-Kecamatan Wedung. Atribut pawai demikian menggambarkan wilayah kecamatan tersebut yang kaya akan potensi perikanan dan kelautan.

Kepala Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Demak Hj Mulyana mengatakan, kegiatan tersebut diselenggarakan untuk menumbuhkan kreatifitas anak, sekaligus mengingatkan kepada berbagai pihak akan hak-hak yang harus diperoleh anak. Semua pihak harus menyadari, bahwa keceriaan adalah hal mutlak yang harus diperoleh anak karena berpotensi menunjang masa depannya. ”Jangan sampai anak-anak kita murung. Mereka harus ceria. Karena itu mereka harus dihibur,” ujarnya.

Hj Mulyana menambahkan, kekerasan terhadap anak yang masih saja terjadi hingga sekarang, haruslah segera diakhiri. Hal itu menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. ”Karena itu, jika melihat kekerasan terhadap anak janganlah ragu untuk melaporkannya ke polisi atau ke Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,” ujarnya. (Anang)

Comments (0)
Only registered users can write comments!
MAAF, BEBERAPA MENU MASIH DALAM PENGEMBANGAN . . . . !